Minggu, 26 Juni 2011

Start of loving

Di tahun ini 2011 gue ga menyangka akan menemukan seorang kekasih seorang calon dokter, namanya Damar gilang utama yang sekampus juga ama gue. Awalnya aku tak mengenal, tapi setelah broadcast inas akhirnya dia menginviteku via Bbm. Orangnya baik dan ramah, pinter ngomong dan pengetahuannya bagus. Setelah sekian lama mengenal, ku jadi sering berkomunikasi dengannya. Tak menyangka ternyata dia sekelas dengan mona (adik kelasku di Mdim, yang tak lain adik tyas sahabat gue sendiri). Hubungan baik pertemanan itu kini mulai menjadi lebaih dekat dan lebih mendalam dengan pacaran. Yaa, kini ku mulai berpacaran dengannya. Sebelum nembak ‘’ciee’’ gue sebelumnya udah dikenalkan ama keluarganya seperti mbahnya. Kalo ortu belum sempat ketemu sih, hahhaa.
OKe lanjut. Gue pertama belum ada rasa secara kan gue trauma tuh ama cowok, yaa istilahnya takut patah hati lah. Tapi ni orang dari gayanya serius sama gue. Lihat saja gaya gue pacaran dulu sembunyi-sembunyi tanpa adanya pihak keluarga terlihat, sekarang setelah gue pacaran sama pacarku ini semuanya berbeda, aku mulai dikenalkan sama keluarganya (ortu,adik,tante,om,mbah dll) awalnya gue shock, maklum gugup secara kan gue ga pernah tuh dikenalin sama pacar. Duh maluu  abis deh gue..
Trus, setelah 2 hari jadian damar mengajakku melayat kerumah omnya yang meninggal, pertama kami kerumah omnya, berhubung sepi kami langsung menuju kuburan muslik yang gak jauh dari komplek. Namanya orang meninggal keluarga ngumpul, yaa semua mata tertuju memandang gue. Hmmm,,
Yah gitu lah pokoknya. Trus ada lagi ketika acara ortu damar mau umroh, mereka mengadakan selamatan kecil, jadi aku berinisiatif dan mendapat undangan dari mamanya damar untuk membantu. Yaa okelah, lumayan pedekate, heheehe.
Aku berpikir aku akan membantu saja, ternyata saat itu aku diumukan bahwa aku pacarnya damar.. oouupss malunya setengah mati, secara keluarganya banyak, dan memenuhi seisi rumah. Aku dilihat dari atas sampai kebawah dengan olok-olokan kecil.. gue ga biaa ngomong apa2 lagi secara yang mengenalkan aku itu papa mama damar ke keluarga mereka.
Duh muka gue udah kayak apa tuh ga tau lagi bentuknya..
Sekarang seiring waktu gue mulai bisa mencintai pacarku ini, aku mulai sayang padanya. Karena dia selalu ada untukku, dia tiap hari menjengukku, makan denganku, kalau aku sakit dia datang membawakan makanan buatku,dia juga yang kemaren mengukur tekanan darahku dan menyatakan aku hipotensi, dia juga sering mengajaku kemanapun kerumah keluarga,mbah, temen lama,maupun teman kuliah sekalipun. Gue merasa dia bakal mencintaiku sepenuhnya.. stttt sok romantis.
Lanjut! Sekarang gue pindah rumah kontrakan kali ini ga jauh lagi, sekarang rumah gue strategis dan deket kampus, setidaknya damar ga perlu jauh lagi kalo mau jemput, hehehe. Nah saat pindah mamah datang untuk membantu kepindahan gue berhubung saat itu baru pulang dari bjm. Itu awal pertama kali mama bertemu dengan damar. Gue pun mengenalkan pacar gue itu secara langsung, live . eitss kaya siaran tv aja. Wkwk.
Beda ama pacar gue sebelumnya, belum salaman, baru liat mama gue aja langsung kabur. Loo kira setan apaa???! Damar justru malah minta dikenalkan ouwoo so sweet. Ya sudah gue perkenalkan saja, eheeem.. mama suka dengan cara damar berlaku sopan sama orang tua. Walaupn tidak seganteng artis atau cowok lainnya, mama merestui hubungan kami…
Asiikkkk prok prok prok..
Hmm tapi bagi goe damar cowo termanis kok bagi gue, gue ga terlalu mempermasalahkan org itu harus ganteng, kaya, ah ga penting. Cukup ibadahnya bagus, setia udah itu aja. Lagian dia juga calon dokter ya setidaknya masa depan bagus aja, ga suram buat gue hidup nanti, hahahaha…
Hmm, emang sih sih dari perbedaan kami jauh, dia memilik keluarga yang utuh dan rimantis, beda ama gue, dari segi umurpun beda setahun, dia juga terlalu pintar bagi gue secarakan gue biasa aja. Nilai ujian pun gue jebol syukurlah dia ga mempermasalahkan itu, dia tetep menerima gue apa adanya seperti gue menerimanya.
 Karena terbiasa sekarang gue sudah gpp lagi kalo kerumahnya, sekarang gue udah sering dinner sama keluarganya entah itu makan dirumah ataupun makan diluar. Gue juga kadang membawakan kue entah itu kue lam, Apam sebagai kue khas barabai. Papa mama damar pun tak lupa memberikan oleh2 kalo bepergian jauh, entah itu dari mekkah atau dari belanda, francis gue dapat jatah juga tuh, hehehe..
Banyak hal2 yang kami lalui bersama, kami juga pernah menginap dirumah sakit, ditemani juga sama adek dan sepupu damar cwe. Kami menginap di RS ratu zaleha mtp karena mbah putri yang sakit. Gue juga pernah ngebawa damar ke tukang pijit karena dia abis kecelakaan, 2 hari sebelumnya gue yang dibawa damar ke tukang pijit, aneh kan. Kaya lagu kerispatih, bila rasaku itu rasamu…


  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar