Kamis, 13 September 2012

OPERASI IMFAKSI


Hari ini tanggal 13 September 2012, saya juga harus melakukan operasi seperti banyak kasus gigi imfaksi lainnya. Sebenarnya saya sangat takut luar biasa melihat peralatan yang disiapkan begitu banyak, seperti halnya alat-alat perbengkelan menggunakan bor dan semacamnya.  Tapi ketakutan saya hilang melihat artikel dan blog mengenai bahaya imfaksi, melihat banyak komplikasi yang ditimbulkan, dan lebih parah  bisa menyebabkan tumor.
 Kapan saya mengetahui imfaksi?
Hal ini bermula ketika 3 bulan yang lalu, saya ingin cabut gigi karena gusi saya bengkak, akibat ada sisa akar gigi yang sejak kecil tidak dicabut, menyebabkan gusi saya bengkak, berdarah dan sakit luar biasa. Dokter praktek yang saya temui agak sedikit rempong dan sepertinya tidak professional, mungkin masih baru lulus jadi kurang mengerti. Dan belum diapa-apain saya sudah bayar mahal padahal tidak dilakukan tindakan apa-apa, Cuma dikasih resep biasa dan tidak mempan. Kemudian saya coba ke RS. Ratu Zaleha disana saya ditangani oleh perawat dan drg. Alexander. Tapi saya tidak boleh mencabut gigi yang gusinya bengkak sehingga saya cuma dikasih obat yang lumayan mahal karena lebih ampuh sih katanya dari obat sebelumnya yang saya minum, dan 3 hari kemudian setelah hilang bengkak mulailah dicabut sisa akar giginya. Perawat yang melihat semua gigi saya entah kenapa mulai memperhatikan gigi geraham bungsu bagian bawah, dia menanyakan apakah sakit? Saya berkata tidak. Apakah sering sakit kepala? Saya jawab kadang-kadang. Saya tidak begitu mengerti karena saya pikir sakit kepala itu mungkin berasal dari stress, namanya juga mahasiswa wajar lah saya pikir sering sakit kepala jadi saya tidak begitu mempermasalahkan.
Perawat itu pun mengatakan gigi saya imfaksi, dan beliau menyarankan untuk dicabut, Karena gigi imfaksi lumayan berbahaya karena menekan syaraf otak sehingga menimbulkan rasa sakit kepala, migrain dsb.
Setelah perbincangan itu perawat dan dokter mencabut sisa akar gigi kanan atas saya. Lalu saya pulang dan bercerita dengan teman calon dokter gigi yang kebetulan satu kontrakan dengan saya. Dia juga menyarankan saya untuk operasi saja. Namanya operasi yah saya takut, lalu saya mulai mencari artikel mengenai imfaksi, ternyata banyak hal-hal yang tidak kita sadari tapi berakibat fatal dengan kesehatan.
                Imfaksi itu adalah gigi molar (geraham) yang gagal untuk erupsi (tumbuh) abnormal secara tidak sempurna pada posisinya. Beberapa gangguan akibat gigi impaksi, seperti sakit kepala, telinga berdengung, sakit leher, infeksi, badan cepat lelah atau gejala-gejala lain pada tubuh bahkan berakibat kista dan tumor jika sudah parah. Nah daripada merasakan hal itu mending lebih baik jika gigi tersebut dicabut sedini mungkin agar tidak menimbulkan penyakit-penyakit yang pada akhirnya akan mengganggu kenyamanan.
Seminggu sebelum operasi,tepatnya hari kamis saya cek dulu kan ke Rs, lalu di rontgen dlu dan hasilnya begini



Seminggu berlalu hari kamis tgl 13 September 2012 tiba, jam 9. 30 saya sudah di Rs siap untuk dioperasi. Tak lupa untuk sarapan terlebih dahulu, karena takutnya pingsan akibat banyak pendarahan. Alatnya begitu banyak, dan bikin saya merinding. Apalagi suara bor yang berbunyi ngak ngik ngak ngik menambah nyali saya menjadi ciut x.x”
Sejam kemudian selesai. Apakah sakit? Ya gak dong kan dikasih obat bius, paling berasa dikit soalnya kan Cuma bius mulut, masih sadar, jadi berasa banget gigi kita ditarik-tarik. Tapi secara keseluruhan operasi berjalan gak sakit kok. So, bagi yang giginya imfaksi jangan takut dicabut, gpp lah berkorban bentar demi kesembuhan juga kan J
Hmmmm, abis operasi itu pipi bibir agak bengkak menggelembung, kaya orang abis berantem gitu lucu banget haha….tapi selama itu gak sakit paling agak menebal aja, mati rasa selama 3jam. Sesudah mulai normal, baru kerasa sakitnya, akibat efek obat bius yang mulai hilang, jadi berasa banget nyut-nyutan dibagian gusi yang dijahit. Oleh karena itu, itulah guna obat untuk mengurangi rasa nyeri. Obat yang saya minum itu Bellamox amoxicillin 500 mg, cataflam 50 mg, dan obat kumur Betadine, yah totalnya hampir 300.000 rupiah.
Operasi saya juga termasuk murah Cuma 325.000, dan biaya rontgen Cuma 18.000. Beruntung banget kan lumayan, melihat teman saya yang operasi kemarin harus bayar 3juta rupiah untuk 1 gigi di rumah sakit yang berbeda.
Kepala saya mulai terasa ringan setelah gigi imfaksi nya dicabut. Saya juga gak boleh makan nasi. Jadi saya cuma mengkonsumsi bubur, sereal, susu, dan obat-obatan. Mungkin sekitar seminggu saya harus begini karena itulah saran terbaik dari artikel untuk proses penyembuhan, melihat gusi yang masih sakit dijahit dengan benang belum sembuh pada lukanya, masih terus mengalami pendarahan yang lumayan lama. Setelah obat saya habis saya harus kembali ke RS untuk kontrol pasca operasi, dan harus lepas jahitan untuk tahap selanjutnya.
Agak lelah sih, karena energi yang kurang akibat tidak mengkonsumsi nasi, pendarahan yang sangat banyak dan rasa sakit di gusi membuat badan lemas, dan harus beristirahat total. Tidak boleh melakukan aktivitas berat. Beruntung saya masih kuliah kontrak jadi masih agak santai, dan besok libur saya bisa tidur panjang hehe. Sekarang saya tenang semuanya sudah selesai beres tinggal check up aja lagi ke RS. Dan mungkin sahabat saya akan menyusul operasi Karena katanya giginya miring 2 haha…maklum kurangnya pengetahuan membuat kita tidak tahu. Dan benar saja banyak orang yang tidak mengetahui gigi imfaksi ini termasuk saya sendiri awalnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar